Senin, 07 November 2016

Kewirausahaan



1.        Jelaskan pengertian kewirausahaan dan apa pentingnya ilmu kewirausahaan bagi seorang wirausaha!
Jawab :
Kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Seorang wirausaha harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan dijalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, seorang wirausaha menempatkan dirinya pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi seorang wirausaha.
Ketika seorang wirausaha men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit satu atau paling banyak dua tahun dimana seorang wirausaha harus sukses sebelum dirinya kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, seorang wirausaha juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnisnya dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.
Bekal kewirausahaan berupa pengetahuan perlu dimiliki. Beberapa bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha adalah :
a) Bekal pengetahuan bidang mengenai usaha yang dimasuki atau dirintis dan lingkungan usaha yang ada di sekitarnya.
b) Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab.
c) Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri.
d) Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis.

2.        Sebutkan motivasi seseorang untuk melakukan wirausaha!
Motivasi dalam kewirausahaan meliputi motivasi yang diarahkan untuk mencapai tujuan kewirausahan, seperti tujuan yang melibatkan pengenalan dan eksploitasi terhadap peluang bisnis. Motivasi untuk mengembangkan usaha baru diperlukan bukan hanya oleh rasa percaya diri dalam hal kemampuannya untuk berhasil, namun juga oleh kemampuannya dalam mengakses informasi mengenai peluang kewirausahaan. Dalam istilah yang lebih sempit, teori expectancy mengungkapkan bahwa informasi yang spesifik dan periodik mengenai peluang kewirausahaan mungkin meningkatkan harapan individu bahwa upaya kewirausahaan akan memberikan hasil, dengan demikian akan meningkatkan motivasi.
Ada lima kategori teori motivasi yaitu kebutuhan, penguatan, keadilan, harapan, dan tujuan (goal). Dari kelima teori tersebut maka teori expectancy dan teori goal merupakan model teori yang paling berguna dalam memahami motivasi kewirausahaan. Dalam teori expectancy tersedia kerangka kerja untuk memahami mengapa dan bagaimana beberapa orang memilih untuk menjadi wirausahawan dan mengungkapkan bahwa serangkaian outcome dari wirusahawan dalah lebih kompleks dan sebagian lainnya memiliki kemungkinan lebih kecil dibandingkan dengan yang lain.
Dalam menjelaskan relevansi teori expectancy maka diungkapkan bahwa wirausahawan mungkin saja tertarik pada situasi ketidakpastian yang tinggi atau dapat membuat pilihan ketika mereka menghadapi pilihan yang meragukan, karena jika dibandingkan dengan pra manajer pada bisnis yang telah mapan, maka wirausahawan lebiih toleran dengan ketidakpastian. Sedangkan proposisi mendasar dari teori goal adalah bahwa tujuan yang menantang secara khusus (memberikan komitmen, umpan balik, dn pengetahuan yang memadai) akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, teori goal menawarkan penjelasan yang lebih bersifat langsung dengan motivasi kewirausahan dibandingkan dengan teoriexpectancy, yang mengungkapkan bahwa wirausahawan menyusun tujuan kewirausahan yang lebih tinggi divandingkan dengan orang-orang yang tidak memulai usaha.
Goal theory merupakan teori yang dapat diuji dalam memprediksi kinerja kewirausahaan. Dalam hal ini, wirausahawan yang memiliki tujuan yang lebih tinggi akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menjadikan organisasi lebih mampu bertahan dan mampu tumbuh lebih besar dibandingkan dengan wirausahawan yang memiliki tujuan yang lebih rendah.
3.        Apa yang menjadi hambatan seseorang untuk menjadi wirausahawan!
Hambatan yang terjadi terbagi menjadi 2 hambatan, yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal, hambatan internal meliputi :
a.       kurangnya modal untuk melakukan peningkatan usaha
b.      rasa enggan yang cukuptinggi untuk berurusan dengan bank dalam hal untuk memperoleh tambahan modal
c.       kurangnya pengetahuan tentang menjalankan dan mempertahankan suatu bisnis usaha
d.      adanya keengganan untuk menambah wawasan dalam berwirausaha
e.       dan masih adanya rasa kurang percaya diri.
Sedangkan hambatan ekternal meliputi :
a.       kurangnya dukungan bahkan tidak adanya dukungan dari orang tua untuk berwirausaha.
b.      Orang tua cenderung memilih anaknya bekerja di suatu perusahaan dibandingkan berwirausaha.
c.       Selain itu terbatasnya dukungan dari kampus
d.      Dan pemerintah dalam hal bantuan melakukan pameran khusus yang berkelanjutan bagi mahasiswa yang wirausahanya baru berkembang.
e.       Serta terbatasnya dukungan dari sektor perbankan dalam hal bantuan modal dengan tingkat bunga yang ringan untuk kalangan mahasiswa
4.        Peluang usaha apa yang apat dibangun di lingkungan sekitarmu (mis:kampus/tempat tinggal)!
a.       Usaha kos – kosan                                         e.  Usaha Percetakan
b.      Usaha foto copy
c.       Usaha rumah makan
d.      Usaha laundry                                               

Selasa, 22 Maret 2016

PENANGGULANGAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PERUSAHAAN DI INDONESIA



Pengelolahan Limbah di PT SIER
Pembuangan air limbah industri (waste water disposal) dialirkan melalui pipa dari pabrik ke saluran pipa bawah tanah yang dipasang sepanjang jalan di depan kavling pabrik yang terletak di  Kawasan Industri Rungkut, volume limbah yang masuk IPAL PT. SIER 7000-8000 m3/hari dari 445 industri. Limbah- limbah ini dikumpulkan jadi satu di bak pengumpul. Tujuan dari bak ini adalah untuk meratakan berat jenis dari semuah limbah buangan yang berasal dari pabrik, hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengolahan limbah di IPAL PT SIER.
1.        Pengolahan Pertama (Primary Treatment) 
Dalam Primary treatment ini terdiri dari 3 bak penampung,
(1)   Bak pertama, untuk mereduksi padatan yang kemudian dialirkan ke sand field (ladang pasir). Proses pengendapan yang terjadi secara gravitasi pada bak equalisasi atau sumur pengumpul. Dalam proses ini diperkirakan penurunan BOD-COD 20-45 % dan padatan 50-60 % dengan waktu tinggal 2-5 jam. Kolam sand field (ladang pasir) untuk dikeringkan (lebih padat), jika sudah kering padatan dikirim ke PPLI di bogor yang ditunjuk pemerintah untuk mengolah bahan limbah padat.
(2)   Bak kedua, merupakan bak untuk mengapungkan limbah yang mempunyai BJ (berat jenis) < dari BJ air.  Benda – benda yang berat jenisnya lebih besar ( misalnya pasir dan logam ) dari berat jenis air dia akan mengendap di dasar sedangkan yang berat jenisnya sama atau lebih kecil dari air akan mengapung diatas.
(3)   Bak ketiga merupakan bak terakhir dari penyaringan terdahulu untu kemudian akan diolah selanjutnya (secondary treatment). Air yang keluar dari bak penyaringan akan dilirkan sedikit demi sedikit menuju bak oksidasi ( secondary treatment )
2.        Pengolahan Kedua (secondary treatment)
(1)   Proses Penambahan Oksigen . Air yang sudah disaring dialirkan ke bak oksidasi. Penambahan oksigen adalah salah salah satu usaha pengambilan zat pencemar dalam limbah sehingga konsentrasi zat pencemar akan berkurang atau bahkan dapat dihilangkan sama sekali dengan cara menggunakan rotor yang berfungsi untuk mengalirkan oksigen sebagai pengganti kincir. Zat yang dapat diambil berupa gas, cairan, ion, koloid atau bahan tercampur. Proses biologis yang terjadi bertujuan untuk mengurangi bahan-bahan organik melalui mikroorganisme yang ada di dalamnya. Pada proses ini dipengaruhi oleh banyak faktor  antara lain jumlah air limbah, tingkat kekotoran dan jenis kotoran.
(2)   Proses Pertumbuhan Bakteri. Bakteri diperlukan untuk mengurangi bahan organik yang ada dalam air limbah. Oleh karena itu, diperlukan jumlah bakteri yang cukup untuk menguraikan bahan-bahan tersebut. Bakteri ini akan berkembang biak apabila jumlah makanan yang terkandung di dalamnya cukup tersedia, sehingga pertumbuhan bakteri dapat dipertahankan secara konstan. Pada  proses ini dilakukan penambahan lumpur yang baru sehingga pengolahan air limbah dapat terus berlangsung. Lumpur yang biasanya dipergunakan untuk penambahan makanan ini disebut lumpur aktif dimana pemberiannya dilakukan sebelum memasuki bak aerasi dengan mengambil lumpur dari bak pengendapan kedua atau bak pengendapan lumpur terakhir. Pada bak oksidasi ini dengan panjang 40 meter, lebar 10 meter dan tinggi 3 meter, dengan waktu tinggal 16-24 jam. Dengan demikian penurunan kadar BOD-COD 90-95 % kadar mercurinya < 0,1 ppm. Kemudian ke bak pembagi lumpur dengan waktu tinggal 4-5 jam. Kemudian ke bak indicator untuk mengetahui mutu dan kualitas hasil pengolahan limbah. Hasil dari pengolahan air limbah ini dapat berupa air dan Lumpur. Lumpur ini akan dikembalikan ke ()xydation Ditch sebagai Lumpur aktif yang diperlukan untuk proses biologis. Sedangkan air dari hasil proses yang telah memenuhi standar mutu air limbah, menurut SK Menteri Negara KLH No. 3/1991 dan SK Gubernur Jawa Timur No. 414/1987 akan dialirkan melalui pipa dengan menggunakan sistem Drainage yang terletak di tiap kavling industri ke kali Tambak Oso.
3.        Pembuangan Hasil Pengolahan Limbah
Hasil pengolahan limbah diuji kualitas air terhadap bahan-bahan yang terkandung di dalam bahan tersebut apakah sudah aman bagi lingkungan.
Ketentuan standart air limbah kawasan  
Tabel 1. Bahan kimia berupa logam yang menjadi standar kualitas air limbah
No  
ITEM KIMIA  
KODE  
NILAI  
SATUAN  
1
Arsen
As
1
Mg/l
2
Barium
Ba
5
Mg/l
3
Besi
Fe
30
Mg/l
4
Kadmium
Cd
1
Mg/l
5
Kobalt
Co
1
Mg/l
6
Krom Heksavelen
Cr
2
Mg/l
7
Mangan
Mn
10
Mg/l
8
Nikel
Ni
2
Mg/l
9
Air raksa
Hg
0,005
Mg/l
10
Selenium
Se
1
Mg/l
11
Seng
Zn
5
Mg/l
12
Tembega
Cu
5
Mg/l
13
Timbal
Pb
3
Mg/l
14
Sianida
Cn
1
Mg/l

Tabel 2. Parameter fisika yang menjadi standar kualitas air limbah
No
ITEM FISIKA
KODE
NILAI
SATUAN
1
Suhu

40
Celcius
2
Jumlah padatan terlarut
TSD
2000
Mg/l
3
Jumlah padatan tersuspensi
TSS
400
Mg/l
4
Warna

300
Pt.Co Scala



Tabel 3. Parameter  kimia yang menjadi standar kualitas air limbah
No
ITEM KIMIA
KODE
NILAI
SATUAN
1
BOD
BOD
1500
Mg/l 
2
COD
COD
3000
Mg/l  
3
Derajat keasaman
pH
06-Sep
 Mg/l 
4
Amonia
NH3
20
Mg/l  
5
Diterjen
MBAS
5
Mg/l  
6
Phenol

2
Mg/l  
7
Flurida
F
30
Mg/l  
8
Klorida
Cl
500
Mg/l  
9
Minyak dan lemak

30
Mg/l  
10
Nitrat
NO3
50
Mg/l  
11
Nitrit
NO2
5
Mg/l  
12
Sisa clor
Cl2
1
Mg/l  
13
Sulfat
SO4
500
Mg/l  
14
Sulfida
S
1
Mg/l  


















Berdasarkan analisis dari pihak terkait, air limbah PT SIER merupakan air limbah golongan II sehingga masih layak usaha dibidang perikanan. Misanya digunakan untuk tambak budidya yang terletak dibelakang IPAL PT SIER.
4.        Kelebihan dan Kekurangan IPAL PT. SIER Persero
Dalam sistem IPAL PT. SIER memiliki kelebihan dari segi pengolahan yang dilakukan dengan proses fisika-biologi. Sistem ini tidak membutuhkan biaya operasional yang mahal karena pengolahannya terjadi secara alami dengan menggunakan bakteri dan gerak gravitasi dan hasil pengolahannya pun tidak membahayakan lingkungan karena dalam pengolahannya tidak menggunakan bahan kimia. Namum kekurangan pada PT. SIER yaitu masih menimbulkan bau pada bak penampungan awal ini terjadi karena belum terjadi pengolahan.

Sumber :
http://dian-w-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-67153-Umum-Laporan%20Praktikum%20Lapang%20Pencemaran%20Perairan%20%E2%80%9C%20Pengolahan%20Limbah%20di%20PT.SIER%20Rungkut%20Surabaya%E2%80%9C.html