1.
Jelaskan
pengertian kewirausahaan dan apa pentingnya ilmu kewirausahaan bagi seorang
wirausaha!
Jawab :
Kewirausahaan
adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup
yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan
segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi
dirinya dan orang lain.
Seorang
wirausaha harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan
dijalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu,
seorang wirausaha menempatkan dirinya pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan
akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah
hal yang mudah bagi seorang wirausaha.
Ketika seorang
wirausaha men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit satu atau paling
banyak dua tahun dimana seorang wirausaha harus sukses sebelum dirinya
kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, seorang
wirausaha juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnisnya dengan
cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.
Bekal
kewirausahaan berupa pengetahuan perlu dimiliki. Beberapa bekal pengetahuan
yang harus dimiliki wirausaha adalah :
a) Bekal
pengetahuan bidang mengenai usaha yang dimasuki atau dirintis dan lingkungan
usaha yang ada di sekitarnya.
b) Bekal
pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab.
c) Pengetahuan
tentang kepribadian dan kemampuan diri.
d) Pengetahuan
tentang manajemen dan organisasi bisnis.
2.
Sebutkan
motivasi seseorang untuk melakukan wirausaha!
Motivasi dalam
kewirausahaan meliputi motivasi yang diarahkan untuk mencapai tujuan
kewirausahan, seperti tujuan yang melibatkan pengenalan dan eksploitasi
terhadap peluang bisnis. Motivasi untuk mengembangkan usaha baru diperlukan
bukan hanya oleh rasa percaya diri dalam hal kemampuannya untuk berhasil, namun
juga oleh kemampuannya dalam mengakses informasi mengenai peluang
kewirausahaan. Dalam istilah yang lebih sempit, teori expectancy mengungkapkan
bahwa informasi yang spesifik dan periodik mengenai peluang kewirausahaan
mungkin meningkatkan harapan individu bahwa upaya kewirausahaan akan memberikan
hasil, dengan demikian akan meningkatkan motivasi.
Ada lima
kategori teori motivasi yaitu kebutuhan, penguatan, keadilan, harapan, dan
tujuan (goal). Dari kelima teori tersebut maka teori expectancy dan teori goal merupakan
model teori yang paling berguna dalam memahami motivasi kewirausahaan. Dalam teori
expectancy tersedia kerangka kerja untuk memahami mengapa dan bagaimana
beberapa orang memilih untuk menjadi wirausahawan dan mengungkapkan bahwa
serangkaian outcome dari wirusahawan dalah lebih kompleks dan sebagian lainnya
memiliki kemungkinan lebih kecil dibandingkan dengan yang lain.
Dalam
menjelaskan relevansi teori expectancy maka diungkapkan bahwa wirausahawan
mungkin saja tertarik pada situasi ketidakpastian yang tinggi atau dapat
membuat pilihan ketika mereka menghadapi pilihan yang meragukan, karena jika
dibandingkan dengan pra manajer pada bisnis yang telah mapan, maka wirausahawan
lebiih toleran dengan ketidakpastian. Sedangkan proposisi mendasar dari teori
goal adalah bahwa tujuan yang menantang secara khusus (memberikan komitmen,
umpan balik, dn pengetahuan yang memadai) akan menghasilkan kinerja yang
tinggi. Dengan demikian, teori goal menawarkan penjelasan yang lebih bersifat
langsung dengan motivasi kewirausahan dibandingkan dengan teoriexpectancy, yang
mengungkapkan bahwa wirausahawan menyusun tujuan kewirausahan yang lebih tinggi
divandingkan dengan orang-orang yang tidak memulai usaha.
Goal theory merupakan
teori yang dapat diuji dalam memprediksi kinerja kewirausahaan. Dalam hal ini,
wirausahawan yang memiliki tujuan yang lebih tinggi akan memiliki kemungkinan
yang lebih besar untuk menjadikan organisasi lebih mampu bertahan dan mampu
tumbuh lebih besar dibandingkan dengan wirausahawan yang memiliki tujuan yang
lebih rendah.
3.
Apa yang menjadi
hambatan seseorang untuk menjadi wirausahawan!
Hambatan yang terjadi
terbagi menjadi 2 hambatan, yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal,
hambatan internal meliputi :
a.
kurangnya modal
untuk melakukan peningkatan usaha
b.
rasa enggan yang
cukuptinggi untuk berurusan dengan bank dalam hal untuk memperoleh tambahan
modal
c.
kurangnya
pengetahuan tentang menjalankan dan mempertahankan suatu bisnis usaha
d.
adanya
keengganan untuk menambah wawasan dalam berwirausaha
e.
dan masih adanya
rasa kurang percaya diri.
Sedangkan hambatan
ekternal meliputi :
a.
kurangnya
dukungan bahkan tidak adanya dukungan dari orang tua untuk berwirausaha.
b.
Orang tua
cenderung memilih anaknya bekerja di suatu perusahaan dibandingkan
berwirausaha.
c.
Selain itu
terbatasnya dukungan dari kampus
d.
Dan pemerintah
dalam hal bantuan melakukan pameran khusus yang berkelanjutan bagi mahasiswa
yang wirausahanya baru berkembang.
e.
Serta
terbatasnya dukungan dari sektor perbankan dalam hal bantuan modal dengan
tingkat bunga yang ringan untuk kalangan mahasiswa
4.
Peluang usaha
apa yang apat dibangun di lingkungan sekitarmu (mis:kampus/tempat tinggal)!
a.
Usaha kos –
kosan e. Usaha Percetakan
b.
Usaha foto copy
c.
Usaha rumah
makan
d.
Usaha laundry