Selasa, 22 Maret 2016

PENANGGULANGAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH PERUSAHAAN DI INDONESIA



Pengelolahan Limbah di PT SIER
Pembuangan air limbah industri (waste water disposal) dialirkan melalui pipa dari pabrik ke saluran pipa bawah tanah yang dipasang sepanjang jalan di depan kavling pabrik yang terletak di  Kawasan Industri Rungkut, volume limbah yang masuk IPAL PT. SIER 7000-8000 m3/hari dari 445 industri. Limbah- limbah ini dikumpulkan jadi satu di bak pengumpul. Tujuan dari bak ini adalah untuk meratakan berat jenis dari semuah limbah buangan yang berasal dari pabrik, hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengolahan limbah di IPAL PT SIER.
1.        Pengolahan Pertama (Primary Treatment) 
Dalam Primary treatment ini terdiri dari 3 bak penampung,
(1)   Bak pertama, untuk mereduksi padatan yang kemudian dialirkan ke sand field (ladang pasir). Proses pengendapan yang terjadi secara gravitasi pada bak equalisasi atau sumur pengumpul. Dalam proses ini diperkirakan penurunan BOD-COD 20-45 % dan padatan 50-60 % dengan waktu tinggal 2-5 jam. Kolam sand field (ladang pasir) untuk dikeringkan (lebih padat), jika sudah kering padatan dikirim ke PPLI di bogor yang ditunjuk pemerintah untuk mengolah bahan limbah padat.
(2)   Bak kedua, merupakan bak untuk mengapungkan limbah yang mempunyai BJ (berat jenis) < dari BJ air.  Benda – benda yang berat jenisnya lebih besar ( misalnya pasir dan logam ) dari berat jenis air dia akan mengendap di dasar sedangkan yang berat jenisnya sama atau lebih kecil dari air akan mengapung diatas.
(3)   Bak ketiga merupakan bak terakhir dari penyaringan terdahulu untu kemudian akan diolah selanjutnya (secondary treatment). Air yang keluar dari bak penyaringan akan dilirkan sedikit demi sedikit menuju bak oksidasi ( secondary treatment )
2.        Pengolahan Kedua (secondary treatment)
(1)   Proses Penambahan Oksigen . Air yang sudah disaring dialirkan ke bak oksidasi. Penambahan oksigen adalah salah salah satu usaha pengambilan zat pencemar dalam limbah sehingga konsentrasi zat pencemar akan berkurang atau bahkan dapat dihilangkan sama sekali dengan cara menggunakan rotor yang berfungsi untuk mengalirkan oksigen sebagai pengganti kincir. Zat yang dapat diambil berupa gas, cairan, ion, koloid atau bahan tercampur. Proses biologis yang terjadi bertujuan untuk mengurangi bahan-bahan organik melalui mikroorganisme yang ada di dalamnya. Pada proses ini dipengaruhi oleh banyak faktor  antara lain jumlah air limbah, tingkat kekotoran dan jenis kotoran.
(2)   Proses Pertumbuhan Bakteri. Bakteri diperlukan untuk mengurangi bahan organik yang ada dalam air limbah. Oleh karena itu, diperlukan jumlah bakteri yang cukup untuk menguraikan bahan-bahan tersebut. Bakteri ini akan berkembang biak apabila jumlah makanan yang terkandung di dalamnya cukup tersedia, sehingga pertumbuhan bakteri dapat dipertahankan secara konstan. Pada  proses ini dilakukan penambahan lumpur yang baru sehingga pengolahan air limbah dapat terus berlangsung. Lumpur yang biasanya dipergunakan untuk penambahan makanan ini disebut lumpur aktif dimana pemberiannya dilakukan sebelum memasuki bak aerasi dengan mengambil lumpur dari bak pengendapan kedua atau bak pengendapan lumpur terakhir. Pada bak oksidasi ini dengan panjang 40 meter, lebar 10 meter dan tinggi 3 meter, dengan waktu tinggal 16-24 jam. Dengan demikian penurunan kadar BOD-COD 90-95 % kadar mercurinya < 0,1 ppm. Kemudian ke bak pembagi lumpur dengan waktu tinggal 4-5 jam. Kemudian ke bak indicator untuk mengetahui mutu dan kualitas hasil pengolahan limbah. Hasil dari pengolahan air limbah ini dapat berupa air dan Lumpur. Lumpur ini akan dikembalikan ke ()xydation Ditch sebagai Lumpur aktif yang diperlukan untuk proses biologis. Sedangkan air dari hasil proses yang telah memenuhi standar mutu air limbah, menurut SK Menteri Negara KLH No. 3/1991 dan SK Gubernur Jawa Timur No. 414/1987 akan dialirkan melalui pipa dengan menggunakan sistem Drainage yang terletak di tiap kavling industri ke kali Tambak Oso.
3.        Pembuangan Hasil Pengolahan Limbah
Hasil pengolahan limbah diuji kualitas air terhadap bahan-bahan yang terkandung di dalam bahan tersebut apakah sudah aman bagi lingkungan.
Ketentuan standart air limbah kawasan  
Tabel 1. Bahan kimia berupa logam yang menjadi standar kualitas air limbah
No  
ITEM KIMIA  
KODE  
NILAI  
SATUAN  
1
Arsen
As
1
Mg/l
2
Barium
Ba
5
Mg/l
3
Besi
Fe
30
Mg/l
4
Kadmium
Cd
1
Mg/l
5
Kobalt
Co
1
Mg/l
6
Krom Heksavelen
Cr
2
Mg/l
7
Mangan
Mn
10
Mg/l
8
Nikel
Ni
2
Mg/l
9
Air raksa
Hg
0,005
Mg/l
10
Selenium
Se
1
Mg/l
11
Seng
Zn
5
Mg/l
12
Tembega
Cu
5
Mg/l
13
Timbal
Pb
3
Mg/l
14
Sianida
Cn
1
Mg/l

Tabel 2. Parameter fisika yang menjadi standar kualitas air limbah
No
ITEM FISIKA
KODE
NILAI
SATUAN
1
Suhu

40
Celcius
2
Jumlah padatan terlarut
TSD
2000
Mg/l
3
Jumlah padatan tersuspensi
TSS
400
Mg/l
4
Warna

300
Pt.Co Scala



Tabel 3. Parameter  kimia yang menjadi standar kualitas air limbah
No
ITEM KIMIA
KODE
NILAI
SATUAN
1
BOD
BOD
1500
Mg/l 
2
COD
COD
3000
Mg/l  
3
Derajat keasaman
pH
06-Sep
 Mg/l 
4
Amonia
NH3
20
Mg/l  
5
Diterjen
MBAS
5
Mg/l  
6
Phenol

2
Mg/l  
7
Flurida
F
30
Mg/l  
8
Klorida
Cl
500
Mg/l  
9
Minyak dan lemak

30
Mg/l  
10
Nitrat
NO3
50
Mg/l  
11
Nitrit
NO2
5
Mg/l  
12
Sisa clor
Cl2
1
Mg/l  
13
Sulfat
SO4
500
Mg/l  
14
Sulfida
S
1
Mg/l  


















Berdasarkan analisis dari pihak terkait, air limbah PT SIER merupakan air limbah golongan II sehingga masih layak usaha dibidang perikanan. Misanya digunakan untuk tambak budidya yang terletak dibelakang IPAL PT SIER.
4.        Kelebihan dan Kekurangan IPAL PT. SIER Persero
Dalam sistem IPAL PT. SIER memiliki kelebihan dari segi pengolahan yang dilakukan dengan proses fisika-biologi. Sistem ini tidak membutuhkan biaya operasional yang mahal karena pengolahannya terjadi secara alami dengan menggunakan bakteri dan gerak gravitasi dan hasil pengolahannya pun tidak membahayakan lingkungan karena dalam pengolahannya tidak menggunakan bahan kimia. Namum kekurangan pada PT. SIER yaitu masih menimbulkan bau pada bak penampungan awal ini terjadi karena belum terjadi pengolahan.

Sumber :
http://dian-w-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-67153-Umum-Laporan%20Praktikum%20Lapang%20Pencemaran%20Perairan%20%E2%80%9C%20Pengolahan%20Limbah%20di%20PT.SIER%20Rungkut%20Surabaya%E2%80%9C.html