Pengelolahan Limbah di PT SIER
Pembuangan air limbah industri (waste water
disposal) dialirkan melalui pipa dari pabrik ke saluran pipa bawah tanah
yang dipasang sepanjang jalan di depan kavling pabrik yang terletak di
Kawasan Industri Rungkut, volume limbah yang masuk IPAL PT. SIER
7000-8000 m3/hari dari 445 industri. Limbah- limbah ini dikumpulkan
jadi satu di bak pengumpul. Tujuan dari bak ini adalah untuk meratakan berat
jenis dari semuah limbah buangan yang berasal dari pabrik, hal ini dilakukan
untuk memudahkan proses pengolahan limbah di IPAL PT SIER.
1.
Pengolahan Pertama (Primary Treatment)
Dalam Primary treatment ini terdiri dari 3 bak
penampung,
(1) Bak pertama, untuk mereduksi padatan
yang kemudian dialirkan ke sand field (ladang pasir). Proses pengendapan yang
terjadi secara gravitasi pada bak equalisasi atau sumur pengumpul. Dalam proses
ini diperkirakan penurunan BOD-COD 20-45 % dan padatan 50-60 % dengan waktu
tinggal 2-5 jam. Kolam sand field (ladang pasir) untuk dikeringkan (lebih
padat), jika sudah kering padatan dikirim ke PPLI di bogor yang ditunjuk
pemerintah untuk mengolah bahan limbah padat.
(2) Bak kedua, merupakan bak untuk
mengapungkan limbah yang mempunyai BJ (berat jenis) < dari BJ air.
Benda – benda yang berat jenisnya lebih besar ( misalnya pasir dan logam ) dari
berat jenis air dia akan mengendap di dasar sedangkan yang berat jenisnya sama
atau lebih kecil dari air akan mengapung diatas.
(3) Bak ketiga merupakan bak terakhir dari
penyaringan terdahulu untu kemudian akan diolah selanjutnya (secondary
treatment). Air yang keluar dari bak penyaringan akan dilirkan sedikit demi
sedikit menuju bak oksidasi ( secondary treatment )
2.
Pengolahan Kedua (secondary treatment)
(1) Proses Penambahan Oksigen . Air yang
sudah disaring dialirkan ke bak oksidasi. Penambahan oksigen adalah salah salah
satu usaha pengambilan zat pencemar dalam limbah sehingga konsentrasi zat
pencemar akan berkurang atau bahkan dapat dihilangkan sama sekali dengan cara
menggunakan rotor yang berfungsi untuk mengalirkan oksigen sebagai pengganti
kincir. Zat yang dapat diambil berupa gas, cairan, ion, koloid atau bahan
tercampur. Proses biologis yang terjadi bertujuan untuk mengurangi bahan-bahan
organik melalui mikroorganisme yang ada di dalamnya. Pada proses ini dipengaruhi
oleh banyak faktor antara lain jumlah air limbah, tingkat kekotoran dan
jenis kotoran.
(2) Proses Pertumbuhan Bakteri. Bakteri
diperlukan untuk mengurangi bahan organik yang ada dalam air limbah. Oleh
karena itu, diperlukan jumlah bakteri yang cukup untuk menguraikan bahan-bahan
tersebut. Bakteri ini akan berkembang biak apabila jumlah makanan yang
terkandung di dalamnya cukup tersedia, sehingga pertumbuhan bakteri dapat
dipertahankan secara konstan. Pada proses ini dilakukan penambahan lumpur
yang baru sehingga pengolahan air limbah dapat terus berlangsung. Lumpur yang
biasanya dipergunakan untuk penambahan makanan ini disebut lumpur aktif dimana
pemberiannya dilakukan sebelum memasuki bak aerasi dengan mengambil lumpur dari
bak pengendapan kedua atau bak pengendapan lumpur terakhir. Pada bak oksidasi
ini dengan panjang 40 meter, lebar 10 meter dan tinggi 3 meter, dengan waktu
tinggal 16-24 jam. Dengan demikian penurunan kadar BOD-COD 90-95 % kadar
mercurinya < 0,1 ppm. Kemudian ke bak pembagi lumpur dengan waktu tinggal
4-5 jam. Kemudian ke bak indicator untuk mengetahui mutu dan kualitas hasil
pengolahan limbah. Hasil dari pengolahan air limbah ini dapat berupa air dan
Lumpur. Lumpur ini akan dikembalikan ke ()xydation Ditch sebagai
Lumpur aktif yang diperlukan untuk proses biologis. Sedangkan air dari hasil
proses yang telah memenuhi standar mutu air limbah, menurut SK Menteri Negara
KLH No. 3/1991 dan SK Gubernur Jawa Timur No. 414/1987 akan dialirkan melalui
pipa dengan menggunakan sistem Drainage yang terletak di tiap
kavling industri ke kali Tambak Oso.
3.
Pembuangan Hasil Pengolahan Limbah
Hasil pengolahan limbah diuji kualitas air terhadap
bahan-bahan yang terkandung di dalam bahan tersebut apakah sudah aman bagi
lingkungan.
Ketentuan standart air limbah kawasan
Tabel 1. Bahan kimia berupa logam yang menjadi standar
kualitas air limbah
No
|
ITEM KIMIA
|
KODE
|
NILAI
|
SATUAN
|
1
|
Arsen
|
As
|
1
|
Mg/l
|
2
|
Barium
|
Ba
|
5
|
Mg/l
|
3
|
Besi
|
Fe
|
30
|
Mg/l
|
4
|
Kadmium
|
Cd
|
1
|
Mg/l
|
5
|
Kobalt
|
Co
|
1
|
Mg/l
|
6
|
Krom Heksavelen
|
Cr
|
2
|
Mg/l
|
7
|
Mangan
|
Mn
|
10
|
Mg/l
|
8
|
Nikel
|
Ni
|
2
|
Mg/l
|
9
|
Air raksa
|
Hg
|
0,005
|
Mg/l
|
10
|
Selenium
|
Se
|
1
|
Mg/l
|
11
|
Seng
|
Zn
|
5
|
Mg/l
|
12
|
Tembega
|
Cu
|
5
|
Mg/l
|
13
|
Timbal
|
Pb
|
3
|
Mg/l
|
14
|
Sianida
|
Cn
|
1
|
Mg/l
|
Tabel 2. Parameter fisika yang menjadi standar
kualitas air limbah
No
|
ITEM FISIKA
|
KODE
|
NILAI
|
SATUAN
|
1
|
Suhu
|
40
|
Celcius
|
|
2
|
Jumlah padatan terlarut
|
TSD
|
2000
|
Mg/l
|
3
|
Jumlah padatan tersuspensi
|
TSS
|
400
|
Mg/l
|
4
|
Warna
|
300
|
Pt.Co Scala
|
Tabel 3. Parameter kimia yang menjadi standar
kualitas air limbah
No
|
ITEM KIMIA
|
KODE
|
NILAI
|
SATUAN
|
1
|
BOD
|
BOD
|
1500
|
Mg/l
|
2
|
COD
|
COD
|
3000
|
Mg/l
|
3
|
Derajat keasaman
|
pH
|
06-Sep
|
Mg/l
|
4
|
Amonia
|
NH3
|
20
|
Mg/l
|
5
|
Diterjen
|
MBAS
|
5
|
Mg/l
|
6
|
Phenol
|
2
|
Mg/l
|
|
7
|
Flurida
|
F
|
30
|
Mg/l
|
8
|
Klorida
|
Cl
|
500
|
Mg/l
|
9
|
Minyak dan lemak
|
30
|
Mg/l
|
|
10
|
Nitrat
|
NO3
|
50
|
Mg/l
|
11
|
Nitrit
|
NO2
|
5
|
Mg/l
|
12
|
Sisa clor
|
Cl2
|
1
|
Mg/l
|
13
|
Sulfat
|
SO4
|
500
|
Mg/l
|
14
|
Sulfida
|
S
|
1
|
Mg/l
|
Berdasarkan analisis dari pihak terkait, air limbah PT
SIER merupakan air limbah golongan II sehingga masih layak usaha dibidang
perikanan. Misanya digunakan untuk tambak budidya yang terletak dibelakang IPAL
PT SIER.
4.
Kelebihan dan Kekurangan IPAL PT. SIER Persero
Dalam sistem IPAL PT. SIER memiliki kelebihan dari
segi pengolahan yang dilakukan dengan proses fisika-biologi. Sistem ini tidak
membutuhkan biaya operasional yang mahal karena pengolahannya terjadi secara
alami dengan menggunakan bakteri dan gerak gravitasi dan hasil pengolahannya
pun tidak membahayakan lingkungan karena dalam pengolahannya tidak menggunakan
bahan kimia. Namum kekurangan pada PT. SIER yaitu masih menimbulkan bau pada
bak penampungan awal ini terjadi karena belum terjadi pengolahan.
Sumber :
http://dian-w-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-67153-Umum-Laporan%20Praktikum%20Lapang%20Pencemaran%20Perairan%20%E2%80%9C%20Pengolahan%20Limbah%20di%20PT.SIER%20Rungkut%20Surabaya%E2%80%9C.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar