Rabu, 12 November 2014

Kurikulum 2013

Seiring dengan perkembangan zaman, maka tuntutan untuk mampu menghadapinya pun semakin tinggi. Oleh karena hal tersebut, pemerintah berupaya mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mampu menghadapi tantangan global, salah satunya dengan melakukan perubahan kurikulum pembelajaran dari KTSP menjadi Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikanyang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaan di tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Di tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Diharapkan, pada tahun 2015 telah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.
Melalui kurikulum 2013 ini, diharapkan akan tercipta generasi penerus bangsa yang kreatif, produktif, mandiri, aktif, dan inovatif. Pada kurikulum 2013, penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik tidak hanya dengan hasil nilai akhir, namun guru juga memperhatikan sikap dan keterampilan peserta didik. Hal ini berdampak baik bagi peserta didik karena mereka tidak hanya dinilai dari hasil akhir tes mereka tetapi sikap, perilaku, dan keterampilan mereka juga memiliki penilaian tersendiri. Akan tetapi, pada kenyataannya di lapangan, banyak yang mengeluhkan adanya kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013, diharapkan akan terbentuk peserta didik yang kreatif, namun tidak semua guru dapat mendorong kreativitas peserta didik karena pada dasarnya kreatif itu juga harus dimiliki dalam diri guru terlebih dahulu. Dalam kurikulum 2013, jumlah mata pelajaran yang diajarkan lebih sedikit, namun ternyata beban belajar peserta didik lebih banyak. Banyak peserta didik yang mengeluh karena mereka kini harus pulang sore. Pengurangan atau penghapusan beberapa mata pelajaran seperti TIK juga memberikan dampak yang negatif bagi guru yang bersangkutan. Hal lain yang menjadi kendala juga, beberapa peserta didik merasa kesulitan dengan soal-soal latihan yang terdapat pada buku teks. Misalnya pada mata pelajaran matematika. Soal-soal matematika yang terkesan seperti soal olimpiade membuat peserta didik justru akan semakin takut dengan matematika. Jadi, pada dasarnya kurikulum 2013 memiliki tujuan yang sangat baik. Namun harus diperhatikan lagi dalam penerapannya di sekolah-sekolah bahkan hingga sekolah-sekolah pedalaman.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar